Media

Handmade Tobucil.net

Handmade Tobucil.net

Percakapan Singkat nan Unik Bersama BukuUnik

Singkat, padat, jelas. Demikian percakapan Tobucilhandmade kali ini bersama

Selvia sang penggagas Buku Unik. Pun demikian, melalui karya-karya buku yang dibuatnya, kekaguman para pelihatnya terhadap kreativitas yang dimilikinya tak akan pernah bisa berhenti. Seperti apa, sih, Buku Unik? Langsung saja di cekidot!

Haloo Selvia… Buku Unik lagi sibuk ngapain aja, nih, sekarang…?

Lagi sibuk cari reseller dan tempat untuk supply product bukuunik… hahaha. Ya, sibuk produksi juga, sih…

Peluang Wirausaha

Peluang Wirausaha

Buku Diary Cover Unik Sedang Diminati

Fungsi buku sebagai salah satu alat tulis bisa dikatakan sangat dibutuhkan dan pasar untuk produk yang satu ini selalu terbuka lebar. Sekarang ini, perkembangan bentuk buku juga sangat pesat. Mulai dari ketebalan buku, hingga tampilan buku baik itu tampilan luar selalu berubah seiring dengan keinginan dari konsumen. Seperti dikatakan Selvia pemilik bukuunik.com, sekarang ini inovasi dalam hal tampilan fisik dari buku gencar dilakukan oleh para pelaku usaha buku. Hal itu dilakukan agar lebih memiliki daya pikat terhadap konsumen.

Koran Tempo

Koran Tempo

Daur Ulang Kertas Jadi Rupiah

Kertas bekas disulap jadi buku unik. Ini yang dilakukan Euginia Selvia, pemilik Gerai Buku Unik. Berangkat dari hobi scrapbooking, ia mulai memasarkan karyanya. Rupiah pun mengalir ke kantongnya.

Scrapbook merupakan buku yang berisi sejumlah foto disertai catatan atau cerita seseorang. Bersama tim kreatif miliknya, beragam karya unik diciptakan.

Ia mengumpulkan kertas majalah bekas sebagai bahan baku. Terutama bagi kategori buku daur ulang. Ia memanfaatkan mulai dari majalah, kalender, brosur bekas hingga koran lama.

Warta Kota

Warta Kota

Majalah seringkali dibuang begitu saja setelah habis dibaca. Padahal majalah itu masih bisa dimanfaatkan. Salah satunya dengan membuat scrapbooking. Sebuah karya yang menggunakan bahan dari kertas bekas majalah.

Koran Kompas

Koran Kompas

Di tangan orang-orang kreatif, kertas bisa diolah menjadi benda fungsional sekaligus indah. Hal yang sama juga berlaku untuk limbahnya. Berawal dari hobi membuat scrapbook atau buku yang biasanya dipakai untuk menulis jurnal dengan menempel foto dan hiasan lain, Selvia (28) kini berbisnis membuat buku buatan tangan yang tampilannya menarik.

Jia Xiang Hometown

Jia Xiang Hometown

Pia, Menanggok Untung dari Kertas bekas

Bagi mereka yang kreatif dan imajinatif, barang bekas tidak selamanya harus berakhir di tempat sampah.  Justru barang-barang itu bisa menajdi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Seperti yang dilakukan Pia misalnya. Wanita muda ini berhasil merubah kertas bekas halaman koran dan majalah menjadi buku-buku baru yang berbentuk unik. Kertas-kertas itu dia desain ulang menjdai notebook, kartu ucapan selamat, diary dan beberapa buku saku lainnya.

Duit!

Duit!

Judge A Book From Its Cover

Euginia Selvia membuat notebook (buku catatan) yang covernya terbuat dari daur ulang majalah-majalah bekas, yang kadang dihiasi dengan pita dan kancing. Meski tanpa dibantu karyawan, ia sanggup memproduksi lusinan cover notebook tiap hari.

Beberapa tahun terakhir, muncul sebuat kampanye Global Warming, sebuah kampanye yang mengangkat tema perbaikan lingkungan. Berawal dari hal itu, banyak bermunculan ladang bisnis baru yang mengangkat tema lingkungan. Mulai dari pengrajin kertas, cinderamata hingga mobil dan motor yang ramah lingkungan.

Tabloid Genie

Tabloid Genie

Selvia, Dari Majalah Bekas Keluar Peluang Bisnis

Pada tahun 2002 lalu Selvia mulai kuliah. Untuk mengisi waktu luangnya, ia mengumpulkan majalah bekas yang tercecer di kosnya, mengguntingnya, dan membuat notebook yang unik.

Notebook itu kemudian ia bawa ke kampusnya, STP Trisakti jurusan Travel. Ternyata teman-teman sekelasnya tertarik. Tidak hanya tertarik, tapi juga minta dibuatkan yang serupa. Pia, demikian panggilan Selvia, mau saja.

Koran Tempo

Koran Tempo

Peluang / Kartu Ucapan Tetap Menjadi Pilihan

“Saya Justru tidak mau melupakan hal yang dinilai ‘jadul’ (zaman dulu, ketinggalan zaman)”

Teknologi komunikasi semakin canggih. Jarak bahkan waktu tak sulit lagi dilampaui. Biayanya murah lagi. Paling mahal setiap kirim pesan pendek hanya Rp 300. Dalam hitungan detik, pesan atau ucapan sampai ke tangan orang yang dituju. Belum lagi forum ngobrol alias chatting via internet.

Koran Tempo

Koran Tempo

Komunitas / Karya Unik Daur Ulang

Memadukan potongan gambar dan tulisan dari majalah lawas.

Toko itu terletak di lorong jalan antara Mal Kelapa Gading dan La Piazza, Jakarta Utara. Ukurannya tak terlalu besar, hanya sekitar 4 x 4 meter. Namun, ada yang unik dari gerai yang berada di lantai dua itu: menjual buku dari bahan daur ulang.

Pages