News & Events

Republika

Republika

Yang Manis dan Cantik Dari Buku Unik

Dengan konsep, Scrapbook, Bukuunik berusaha menularkan kreatifitas.

Banyak perempuan senang mengoleksi barang unik. Bisa menimbulkan mood positif adalah salah satu alasannya. Peluang untuk memproduksi produk-produk yang bersifat cute ini pun ditangkap Selvia (31 tahun) pemilik Bukuunik.com.

Perempuan yang akrab dipanggil Pia ini mengatakan, awal bisnisnya dimulai dari hobi. Kesenangan membuat barang-barang unik dimulainya sejak 2008. “Berawal dari dalam kamar, dan dijual ke orang-orang terdekat dan forum-forum kecil,” kata dia. Hingga saat ini, produknya telah dijual di lebih dari 30 gerai, seperti cabang-cabang Foodhall, Stroberi, Phoebe&Chloe, Made With Love, Origami, dan Gramedia. Sejalan dengan itu pemasaran dari toko online juga tetap digeluti.

Bukuunik menggunakan konsep scrapbook. Ia memiliki desain sampul buatan tangan, sementara isinya berisi kertas polos dari bahan daur ulang. Pelanggannya menggunakan buku ini sebagai buku harian, buku catatan kuliah, buku sketsa, kado, atau fungsi lainnya.

Pemilik pun bisa menggunakannya untuk dibuat scrapbook. Kertas bagian dalam bisa diisi dengan foto-foto, naskah cerita, dan ditempeli dengan beragam logo atau perangko, kancing, bunga-bunga, tag, pita, kertas-kertas lainnya sesuai kreatifitas pemilik. “Produksinya memang dengan cara gunting tempel,” katanya.

Bukuunik memiliki dua tipe buku, yaitu tipe Creative dan tipe Recycle. Bahan dasar yang digunakan untuk keduanya cukup beragam. Mulai dari potongan majalah bekas di tipe buku Recycle, sampai dengan bahan impor di tipe buku Creative. Yang beragam adalah sampul semua Bukuunik yang terbuat dari bahan hard cover. Pia mengatakan, saat memulai bisnis ini, semua produk dibuat berdasarkan permintaan pelanggan.

Namun, saat ini ia dan delapan orang karyawannya biasa membuat banyak persediaan. “Dalam satu bulan, bisa produksi sampai seribu buku yang semuanya buatan tangan,” kata Pia. Biasanya, setiap buku juga memiliki tema tertentu. Tema ini biasanya ia sesuaikan dengan momen tertentu. Da juga yang disesuaikan dengan permintaan pasar.

Misalnya, tema-tema Negara atau kota, seperti Paris, Jepang, New York, tema pekerjaan, seperti dokter, tema hari raya agama, dan lainnya. Biasanya, ide tema itu datang dari keseharian, sering dipengaruhi mood juga,” kata alumni Trisakti 2002 jurusan pariwisata ini. Jika sedang lancar, dalam satu bulan Pia bisa menghasilkan empat hingga lima desain tema, tapi jika sedang mandek biasanya hanya satu hingga dua tema yang ditelurkannya.

Hingga saat ini, Pia mengurus sendiri urusan desain, sementara karyawannya bertugas mengulang desain yang telah dibuatnya. Selain memasarkan produk dalm bentuk buku, Bukuunik juga menyebarkan pernak-pernik untuk menghiasi buku. Ada kertas refill daur ulang, stempel, bunga, kancing, kertas tag, kertas scrapbook, dan pernak-pernik lain yang dijual terpisah.

Bukuunik hingga kini tetap mempertahankan konsep made by order. Calon pelanggan masih bisa memesan buku sesuai keinginannya. Harga yang ditawarkan untuk sebuah buku berkisar antara Rp 75 ribu hingga Rp 95 ribu. Sementara, pernak-pernik dijual dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu.

Pia mengaku, tidak menyangka bahwa langkah isengnya dahulu setelah lulus kuliah membawanya mengembangkan kreatifitasnya melalui Bukuunik. Bermula dari kamar, kini Bukuunik telah memiliki kantor di Ruko Golden 8, Blok I-12, Gading Serpong, Tangerang. Berawal dari dua tangan Pia, kini sudah delapan karyawan yang bekerja membantunya.

Berawal dari jualan kecil-kecilan, hingga kini omzet per bulannya mencapai kisaran rata-rata Rp 100 juta. Berkembangnya bisnis dan usaha Bukuunik tidak lepas dari kinerja Pia dan Tim. Produknya diakui berkualitas dengan pemngemasan menarik.

Kini, reseller pun semakin banyak. “Bersyukur sekarang produknya bisa mencapai seluruh Indonesia meskipun kebanyakan baru kota-kota besarnya, baru-baru ini juga ada reseller yang berminat dari Papua,” kata dia.

Jika dilihat dari reseller di toko Stroberi, produk Bukuunik juga sudah menjangkau Singapura. Pia berharap, ke depannya Bukuunik bisa menyentuh lebih banyak pelanggan tak hanya di kota besar, tapi juga kota-kota kecil. Karena, selain menghadirkan keunikan, Bukuunik juga memberikan inspirasi berkreatifitas. Apalagi, bahan yang diperlukan cukup mudah didapatkan.

 

-LINDA PUSPANINGTYAS / WULAN TANJUNG PALUPI-